Sebuah paksaan.
Friday, September 5, 2014 | 0 comment(s)
"Based on true story and it's not mine."
Tidakah suatu hal harus dilakukan tanpa paksaan?
Apakah aku, dengan berat hati harus melakukan semuanya dengan penuh tekanan?
Apakah dia, dia tak pernah berfikir bagaimana posisiku yang saat ini benar-benar penuh dengan amarah yang selama ini aku pendam sendiri?
Aku lelah.
Tidakah dia, masih mengingat semua yang telah ia lakukan padaku?
Tidakah dia, masih mengingat semua yang telah aku korbankan untuknya?
Mimpi-mimpiku, teman-temanku, kisah cintaku, dan masih banyak lagi.
Aku rela dipukuli seharian akibat mendapat nilai yang tidak sempurna di ujian sekolahku.
Aku rela menjilat muntah yang tidak sengaja aku keluarkan akibat perutku yang sering bermasalah.
Aku rela dikunci di dalam kamar mandi karena aku tidak mau makan, bahkan dia tau bahwa aku memiliki masalah dengan pencernaanku.
Aku rela...membiarkan mimpi-mimpiku sirnah, untuk mimpi-mimpinya.
Aku rela...meninggalkan teman-temanku, dan hidup sendiri dengan tekananmu, dia, dan orang yang berada disekitarku.
Aku rela kau jodohkan dengan orang lain, walaupun pada akhirnya..aku memohon pada laki-laki itu untuk menolaknya.
Aku memang menyayangimu, tapi apakah ini balasan darimu?
Aku memang menyayangimu, tapi apakah pengorbananku tidak cukup untukmu?
Apakah aku harus tetap mengikuti semua perintahmu, paksaanmu, atau aku harus menolak semuanya dan pergi?
Akhiri saja semua ini, dan biarkan aku bebas.
Aku tak tau kepada siapakah aku berbicara, aku hanya ingin semuanya berakhir, mengejar mimpiku, dan pergi.