ღit's my lifeღ
 //stalker(s) | +FOLLOW | DASHBOARD.




Tiada.
Wednesday, October 22, 2014 | 0 comment(s)
Ketika jam kerap berdetak, menunjukkan sebuah kehidupan yang tengah berjalan, enggan mau berhenti.
Rasa sesak di dada kian mencekik, menjadikan pedih di hati.
Mekanisme rindu, itulah yang ia rasakan sekarang.
Ia mencoba menghentikan jam berdetak, tentu ia berhasil akan tetapi rasa sesak di dadanya makin menjadi, membuatnya ingin berteriak dalam keheningan malam.
Ia meraih sebuah almamater merah, dan berlari ke sungai dibawah jembatan yang sering ia datangi bersamanya, seseorang yang ia rindukan.
Dengan harapan, akan ada sebuah keajaiban yang membawanya kembali kepada sang impiannya.
Kepedihan hatinya pun makin dirasa setelah ia tau, bahwa impiannya telah pergi.
Tak ada siapapun di sungai itu. Hanya ada suara motor dan mobil yang berlalu lalang, dan beberapa pemuda-pemudi yang bercumbu di sekitar jembatan itu.
"Inikah takdirku?" akhirnya ia dapat berteriak, meskipun tak ada satu orang pun yang mendengarnya.
Urunglah sebuah pernikahan milliaran itu terjadi, apalah arti sebuah pernikahan apabila satu dari sang mempelai telah tiada?
Hampa....itulah yang ia rasakan.



Sebuah paksaan.
Friday, September 5, 2014 | 0 comment(s)
"Based on true story and it's not mine."

Tidakah suatu hal harus dilakukan tanpa paksaan? 
Apakah aku, dengan berat hati harus melakukan semuanya dengan penuh tekanan?
Apakah dia, dia tak pernah berfikir bagaimana posisiku yang saat ini benar-benar penuh dengan amarah yang selama ini aku pendam sendiri?

Aku lelah.
Tidakah dia, masih mengingat semua yang telah ia lakukan padaku?
Tidakah dia, masih mengingat semua yang telah aku korbankan untuknya?
Mimpi-mimpiku, teman-temanku, kisah cintaku, dan masih banyak lagi.

Aku rela dipukuli seharian akibat mendapat nilai yang tidak sempurna di ujian sekolahku.
Aku rela menjilat muntah yang tidak sengaja aku keluarkan akibat perutku yang sering bermasalah.
Aku rela dikunci di dalam kamar mandi karena aku tidak mau makan, bahkan dia tau bahwa aku memiliki masalah dengan pencernaanku.
Aku rela...membiarkan mimpi-mimpiku sirnah, untuk mimpi-mimpinya.
Aku rela...meninggalkan teman-temanku, dan hidup sendiri dengan tekananmu, dia, dan orang yang berada disekitarku.
Aku rela kau jodohkan dengan orang lain, walaupun pada akhirnya..aku memohon pada laki-laki itu untuk menolaknya.

Aku memang menyayangimu, tapi apakah ini balasan darimu?
Aku memang menyayangimu, tapi apakah pengorbananku tidak cukup untukmu?
Apakah aku harus tetap mengikuti semua perintahmu, paksaanmu, atau aku harus menolak semuanya dan pergi?
Akhiri saja semua ini, dan biarkan aku bebas.

Aku tak tau kepada siapakah aku berbicara, aku hanya ingin semuanya berakhir, mengejar mimpiku, dan pergi. 


Aku dan Tulisan Usang.
Wednesday, September 3, 2014 | 0 comment(s)
Akulah yang membuat jari ini menari-nari di atas tombol hitam yang bertahun-tahun menemaniku.
Akulah yang membuat tulisan yang tiada arti ini menjadi bermakna, yang dibaca oleh berbagai pasang mata, yang memberikan sebuah pelita untuk aku yang tengah berusaha untuk memberikan penjelasan tentang siapakah 'Aku' sebenarnya.

Aku....
Aku adalah seorang wanita yang hanya mampu mengutarakan semuanya di dalam sebuah tulisan, tanpa mampu untuk mengatakannya dengan bibir ini.
Aku adalah seorang wanita yang hanya mampu memberikan motivasi bagi orang lain, tapi tidak untuk diriku sendiri.
Aku adalah seorang wanita yang sangat tegar, dan cukup kuat untuk melalui setiap cobaan yang menimpa dirinya.

Aku.....
Aku adalah seorang wanita yang tengah menunggu masa depanku untuk menjemputku secepatnya.
Aku adalah seorang wanita yang rela menunggu, menunggu sesuatu yang mungkin tak akan pernah kembali.
Aku adalah seorang wanita yang benar-bentar takut akan sebuah perpisahan.

Akulah yang mengakhiri semua tulisan ini.
Akulah yang memutuskan untuk mengakhirinya....
dan tak akan melanjutkannya kembali...
Akulah yang akan tetap membiarkan tulisan ini tetap ada, hingga pada akhirnya akan menjadi sebuah Tulisan Usang.

Labels: